"Copywriting bukan sekadar merangkai kata-kata, tetapi menyampaikan pesan yang tepat kepada orang yang tepat agar mereka bersedia mengambil tindakan."
Setelah memahami produk, mengenali target pelanggan, dan memanfaatkan AI sebagai asisten marketing, kini saatnya menyusun pesan promosi.Pesan yang baik tidak selalu panjang.Pesan yang baik adalah pesan yang mampu menarik perhatian, menjawab kebutuhan, membangun kepercayaan, dan mengajak calon pelanggan mengambil tindakan.AI dapat membantu membuat copywriting lebih cepat, tetapi Anda tetap perlu memahami dasar-dasar copywriting agar hasil yang diberikan AI benar-benar efektif.
Setiap hari pelanggan melihat puluhan bahkan ratusan promosi.Namun, hanya sedikit yang benar-benar menarik perhatian mereka.Perbedaannya bukan terletak pada produknya, melainkan pada cara menyampaikan pesannya.Copywriting yang baik membantu calon pelanggan merasa:
"Ini masalah yang sedang saya alami."
"Produk ini mungkin bisa membantu saya."
"Saya ingin mengetahui lebih lanjut."
Itulah tujuan utama copywriting.
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat membuat promosi adalah:
Terlalu fokus menjelaskan fitur produk.
Tidak memahami kebutuhan pelanggan.
Menggunakan bahasa yang rumit.
Tidak memiliki alur yang jelas.
Tidak mengajak pelanggan melakukan tindakan.
Dengan memahami dasar copywriting, Anda dapat menghindari kesalahan-kesalahan tersebut.
Gunakan Framework Copywriting JAGO (5C) sebagai panduan menyusun pesan promosi.
Langkah pertama adalah membuat calon pelanggan berhenti sejenak dan memperhatikan promosi Anda.Teknik yang paling sering digunakan adalah Hook.Contoh Hook:
"Masih bingung membuat konten setiap hari?"
"Sudah promosi, tetapi belum banyak yang membeli?"
"Ternyata banyak pelaku usaha salah menggunakan AI."
Tujuan Hook bukan menjual produk, tetapi membuat orang ingin membaca kalimat berikutnya.
Setelah perhatian didapatkan, tunjukkan bahwa Anda memahami masalah pelanggan.Salah satu teknik yang populer adalah PAS (Problem – Agitate – Solution).Contoh:Problem
Sulit membuat promosi setiap hari.
Akibatnya, media sosial menjadi tidak aktif dan calon pelanggan mulai melupakan bisnis Anda.
Dengan bantuan AI dan strategi yang tepat, Anda dapat membuat promosi lebih cepat dan terarah.
Ketika pelanggan merasa dipahami, mereka akan lebih terbuka terhadap solusi yang Anda tawarkan.
Sekarang saatnya menjelaskan bagaimana produk Anda membantu pelanggan.Di bagian ini, Anda juga dapat menggunakan Storytelling.Cerita membuat promosi terasa lebih nyata dan mudah diingat.Contoh:
"Salah satu peserta kami awalnya kesulitan membuat caption setiap hari. Setelah memahami cara menggunakan AI dengan benar, ia mampu membuat ide promosi lebih cepat dan lebih percaya diri dalam memasarkan produknya."
Fokuskan cerita pada perubahan yang dirasakan pelanggan, bukan sekadar menceritakan produk.
Sebelum membeli, pelanggan membutuhkan alasan untuk percaya.Kepercayaan dapat dibangun melalui:
Pengalaman.
Testimoni.
Studi kasus.
Data atau hasil.
Metode yang sistematis.
Semakin tinggi kepercayaan, semakin besar peluang pelanggan mengambil keputusan.
Setelah pelanggan memahami manfaat produk, ajak mereka melakukan langkah berikutnya.Contoh CTA:
Promosi yang baik selalu diakhiri dengan ajakan bertindak yang jelas.
Selain Framework Copywriting JAGO (5C), salah satu metode copywriting yang paling terkenal adalah AIDA.AIDA merupakan singkatan dari:
Attention → Menarik perhatian.
Interest → Membangun ketertarikan.
Desire → Menumbuhkan keinginan.
Action → Mengajak bertindak.
Jika diperhatikan, konsep AIDA sangat selaras dengan Framework Copywriting JAGO (5C).Framework Copywriting JAGO (5C)AIDACuri PerhatianAttentionCari KebutuhanInterestCeritakan SolusiDesireCiptakan KepercayaanMemperkuat DesireCall to ActionActionDengan memahami kedua framework tersebut, Anda memiliki dasar yang kuat untuk menyusun berbagai jenis promosi.
Setelah memahami dasar copywriting, Anda dapat meminta AI membantu membuat berbagai materi promosi, seperti:
Caption Instagram.
Broadcast WhatsApp.
Artikel.
Naskah Reels.
Email promosi.
Iklan Meta Ads.
Namun, jangan hanya menulis:
"Buatkan caption."
Berikan AI informasi mengenai:
Produk.
Target pelanggan.
Tujuan promosi.
Gaya bahasa.
Format konten.
Semakin lengkap konteks yang diberikan, semakin baik hasil copywriting yang dihasilkan AI.
Pilih satu produk yang ingin Anda promosikan.Kemudian susun pesan promosi menggunakan Framework Copywriting JAGO (5C).
.....................................
.....................................
.....................................
.....................................
.....................................
Setelah selesai, minta AI membuat tiga versi berbeda.Bandingkan hasilnya dan pilih yang paling sesuai dengan karakter bisnis Anda.
Setelah mempelajari bab ini, Anda memahami bahwa:
Copywriting adalah cara menyampaikan pesan agar mampu menggerakkan calon pelanggan.
Framework Copywriting JAGO (5C) membantu menyusun promosi secara sistematis.
Hook digunakan untuk menarik perhatian.
PAS membantu menggali dan menyampaikan kebutuhan pelanggan.
Storytelling membuat solusi lebih mudah dipahami dan diingat.
AIDA adalah salah satu framework copywriting klasik yang dapat dipadukan dengan Framework Copywriting JAGO.
AI dapat membantu membuat copywriting, tetapi tetap membutuhkan arahan yang jelas.
Pada bab berikutnya, Anda akan belajar menyusun prompt AI yang efektif agar AI mampu menghasilkan ide promosi, caption, artikel, dan berbagai materi pemasaran sesuai kebutuhan bisnis Anda.